Dalam pidatonya, Zweimer antara lain berkata, “…tugasmu adalah mengeluarkan mereka dari Islam, dan tidak berpikir mempertahankan agama Allaah atau berdialog dengan-Nya. Disamping itu saudara harus berusaha agar mereka tidak lagi memiliki budi yang luhur. Tugas saudara adalah membuka jalan agar kekuatan kolonial mampu menerobos benteng pertahanan Islam. Cara ini telah anda lakukan dengan baik seratus tahun lalu. Kita dan seluruh orang non Islam merasa sangat gembira atas perjuangan yang saudara lakukan.
Selama tiga abad lampau, kita telah mampu menguasai sektor pendidikan di negara-negara Islam yang independent dan yang telah dikuasai kita. Di wilayah-wilayah tersebut banyak perlindungan misionaris, gereja, organisasi dan sekolah yang mengikuti petunjuk negara Eropa dan Amerika. Banyak agen-agen kita yang bekerja di bawah tanah yang tidak boleh ditunjukkan sekali pun hanya dengan isyarat. Sarana yang telah saudara bawa saat ini mampu mengubah pikiran dan opini dunia.
…. Saudara telah mengeluarkan kamu Muslim dari agama mereka, meski pun mereka tetap enggan memakai baju Yahudi atau Kristen. Gaya hidup seperti itulah sasaran kaum kolonialis, yaitu pemuda yang enggan bekerja keras, malas dan senang berfoya-foya, hanya mencari hal-hal sensual , mencari kekayaaan hanyak untuk memuaskan nafsu dan juga memburu jabatan demi hawa nafsu. Saudara telah mengerjakan tugas dengan amat baik. Saudara telah mengagungkan agama Yahudi. Lanjutkan perjuanganmu hingga kita mampu menjadi penguasa dunia.
source : Dr. Darouza; Mengungkap Yahudi; Pustaka Progresif; Surabaya; Cet. I, 1992; hal. 131-132