Get Adobe Flash player

Hari kedua ujian akhir kami, pelajar ma3had al-imarat mustawwa 3..
al7amdulillaah sudah agak merasa lega, karena telah duluan mendapat giliran untuk diuji..
sembari agak mengeluh dikarenakan ketidakmampuan saya menjawab pertanyaan2 yang diluar dugaan..

Tak berapa lama berselang, datang seorang sahabat yang baru saja keluar dari ruang “panas”.
sontak kami pun menanyakan perihalnya ketika diuji tadi.
sama sepertinya, pertanyaan2 yang diajukan memang di luar dugaan.
dan sahabat ini pun mulai bertanya

Dia : Teh, siapa 3 orang kuffar yang bertarung face to face dengan 3 orang dari golongan kaum muslimin di perang badar?

Saya : Aduh, aasif gak tau, gak ada di buku. Adanya cm 3 orang yg dari golongan kaum muslimin (ali ibn abi thalib, hamzah ibn abdil muthalib, 3ubaidah ibn al-haarits)

Agak terkejut memang dengan tipe2 soal kali ini, tapi sungguh saya sangat mensyukurinya. Ustadzah mengajarkan kami untuk tidak terpaku dengan apa yang ada di buku tapi juga mengembangkan pengetahuan dan wawasan dengan membaca referensi2 yang lain.

Qadarullaah, dengan kejadian ini saya jadi menggarisbawahi beberapa kisah yang mungkin akan saya lewati begitu saja tanpa perhatian yang lebih jika tidak ada pertanyaan seperti ini.. Allaah memang Sang Pengatur..

Tadi malam, karena memang susah sekali untuk tidur, saya mengambil satu buah buku berjudul “Kisah Teladan 20 Sahabat Nabi untuk Anak”
wah.. judulnya untuk anak, padahal saya udah tua begini. Tapi ternyata isinya bermanfaat sekali, jadi malu.. padahal buku ini buat anak-anak, tapi masih banyak sekali kisah-kisah sahabat yang belum saya ketahui

Dan menemukan kisah tentang 3 orang kuffar di perang badar pada halaman ke 77
“Pada perang Badar ini para pembesar kaum kafir, yaitu : UTBAH IBN RABI’AH, saudara laki-lakinya yang bernama SYAIBAH, serta putranya yang bernama WALID IBN UTBAH berkata : ‘Adakah orang yang ingin berduel dengan kami?’ Sementara itu dari kaum muslimin keluarlah MU’ADZ IBN AFRA’, MU’AWWADZ IBN AFRA’ dan ABDULLAH IBN RAWAHAH. Ketiganya berasal dari kelompok Anshar. Melihat itu, laum musyrikin berkata : ‘Kami hanya menginginkan anak-anak paman kami.’ Maksudnya mereka menginginkan kaum Muhajirin.

Rasulullaah SAW berseru : “Wahai HAMZAH IBN ABDIL MUTHALIB, berdirilah! Wahai UBAIDILLAAH IBN AL-HARITS berdirilah! Dan wahai ALI IBN ABI THALIB, berdirilah (untuk menghadapi mereka)!

Nah teman2, sepertinya pertanyaan ustadzah terjawab sudah (para pembesar kaum kafir, yaitu : UTBAH IBN RABI’AH, saudara laki-lakinya yang bernama SYAIBAH, serta putranya yang bernama WALID IBN UTBAH), mudah-mudahan saja benar.

*Note :
(1) Di buku syafahi tertulis Ubaidah, di buku “Kisah Teladan 20 Sahabat Nabi untuk Anak” tertulis Ubaidillaah..

  • Share/Bookmark

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

2 Responses to “Sirah -Ujian Syafahi- Part 1”

  • nurul ummu maryam:

    sekarang ujian syafahinya susah gitu ya? dulu ana ditanya apa yang ada di dalam buku aja, paling juga masalah sehari2, kalo ditanya sirah ga pernah…wah kalo ana kuliah sekarang udah rosibah dari kemarin2 kali ya…:D

  • Teh Dias:

    khan pengujinya ustadzah Nunuk, jadi tipe soalnya luar biasa. tapi alhamdulillaah sih, jadi berpikir untuk gak terpaku sama yg ada di dalam buku aja. Selama ini saya ngerasa cuma disuapin, sekarang harus banyak “ngoreh” sendiri. hehe
    ah ummu, bisa aja.. insya Allaah mumtazah atuh jangan rosibah :D

Leave a Reply