Get Adobe Flash player

Istriku… telah lama kutunggu kehadiran mu untuk mengisi relung-relung hatiku
Dalam munajatku pada Rabbku tak lupa ku mengharapkan perjumpaan denganmu
Kelak engkau akan lebih mengetahui siapa aku…

Bila tiba saatnya nanti…
hari-haripun kan datang silih berganti…
Kau akan lebih mengenali siapa diri ini

Mungkin akan terlintas penyesalan dalam hatimu
andaikan diri ini tidak sesuai dengan harapanmu
Begitupun pikiranku pada mu

Namun, andaikan ikatan ini engkau niatkan di atas ketaatan pada Rabb mu…
kau akan dapati kesabaran dalam hatimu untuk menerima diriku
Begitu pula diriku terhadapmu…

Namun, andaikata ikatan ini engkau niatkan atas dasar cinta padaku semata
Akan engkau dapati dalam hatimu perasaan kecewa
dan mendadak matahatimu pun kan menjadi buta….
menjalani hidup dengan berputus asa….

Istriku, sungguh… cintaku pada mu bukan lah yg utama….
engkau pun hanyalah sarana bagiku untuk menggapai cinta yang utama
Janganlah pernah berharap kepadaku akan kujadikan dirimu yang utama

Sungguh ….. Allah lebih ku cintai dari pada dirimu
Rosulullah pun, lebih ku cintai dari pada dirimu…
Andaikata engkau membenci keduanya, aku pun akan membenci dirimu
Andaikata engkau tidak ridho terhadap keduanya, aku pun tidak ridho terhadapmu
Andaikata engkau mengkhianati keduanya, aku pun tak segan untuk mengkhianati dirimu….

Ikatan diantara diriku dan dirimu,
hanyalah sarana bagiku
untuk mengharap ikatan Allah kepadaku

Cinta diantara diriku dan dirimu,
hanyalah sarana bagiku
untuk mengharapkan cinta Allah kepadaku…

Istriku… andaikata engkau mengarapkan dariku dunia…
mengharapkan gemerlapnya perhiasan dunia…
sehingga hari-harimu penuh di isi dunia..
Maka, Sungguh… ketidakhadiranmu di sisiku lebih baik bagiku…

Namun, Andaikata angan-anganmu selalu tertuju pada kampung kita nanti di negeri abadi
Kehadiranmu disisiku akan sangat berarti

Istriku… aku berharap engkau menjadi bagian lain dari diriku
Menyempurnakan ketaatanku kepada Dien ku
Menjadi penyejuk pada mataku

Ingatkanlah diri ini andai kata ujian itu datang
baik di waktu pagi maupun petang

Istriku…. dari mu kuharapkan kan lahir aku-aku yang baru…
aku-aku yang lucu
yang kelak kan menghiasi dunia ini dengan perjuangan mereka di jalan yang penuh lika-liku

Dengan kesabaran dan kasih sayang mu
Ku titipkan mereka dalam buaian mu….
Dalam kelembutan mu sebagai seorang ibu
Bimbinglah mereka agar mengenal ilmu…

Andaikata engkau melihat kesuksesan ada pada diriku (dengan karunia Allah)
Maka.. sungguh… itu adalah kesuksesan orang tua ku….
karna kesuksesanku ada pada anak-anak ku

Kuingin mereka jauh lebih baik dari pada diriku
Jauh lebih mulia dari pada diriku
Jauh lebih awal mengenali indahnya Islam dari pada diriku

Istriku… andaikata engkau mengharapkan rezeki dari ku….
Maka engkau pun kan menghardik ku…
bila ku datang tanpa tangan
karna terkadang, panah tak selalu mengenai sasarannya…

namun, andaikata hanya Allah lah yang kau harapkan terhadap rezeki mu
Kau dapati keridhoan akan menyelimuti dirimu….

Istriku.. boleh jadi akan datang suatu masa dari waktu
kau dapati diriku
tak memiliki pekerjaan yang tetap
namun, ketahuilah…
walaupun tak memiliki pekerjaan yang tetap,
(Insya Allah) aku akan tetap bekerja…

Walaupun tak kau dapati penghasilan yang tetap,
(Insya Allah) atas karunia Allah aku akan tetap berpenghasilan….

Karena ku yakin rezeki ku & rezeki mu ada d tangan Nya,

Istriku.. mungkin inilah surat pertamaku padamu…
Mungkin sekarang kau kan lebih mengenal siapa diriku…

  • Share/Bookmark

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

Leave a Reply