Peran
-
Bismillah ar-ra7maan ar-ra7eem
Al7amdulillaah diberikan kesempatan oleh Allaah untuk menjalani satu ayat dari ayat-ayat yang lain.
Seiring dengan itu banyak juga pertanyaan dan ungkapan2 dari teman yang beragaaam banget. Dan al7amdulillaah semakin terasa tarbiyah-tarbiyah dari Allaah dalam hidup ini
Menikah, dalam pikiran saya awalnya adalah suatu moment yang besar banget dalam hidup. Hidup bersama seseorang yang dicinta, berbagi banyak hal, saling melengkapi, dan lainnya yang semisal itu.
Karna seringnya konsultasi sama seorang Teteh yang sungguh saya kagum akan ketauhidannya, banyak hal yg dipelajari dari beliau, sampai inget banget kata-kata dari beliau bahwa “Menikah adalah menjalankan ayat Allaah, dan ayat Allaah tidak hanya itu saja.”
Dan yah.. memang benar. Menikah adalah menjalankan ayat Allaah dan merupakan jalan untuk semakin dekat dengan Allaah. Suami ataupun istri sama-sama sebagai jalan untuk semakin mencintai Allaah. Dan ketika ada teman yang bilang “Ana bosan belajar, mau nikah aja!”.
Well yah.. harus siap kecewa. Karna menikah itu juga pembelajaran, bahkan setiap saat dalam hidup ini adalah pembelajaran. Dan selain sebagai tempat untuk sama2 belajar sub7anallaah ternyata dengan menikah terasa banget kebutuhan pengamalan ilmu2 yang udah di dapat
Seneng ya…Pengalaman mengajarkan untuk menikmati apa yang sedang dijalani, menghayati peran yang sedang diemban dan bersyukur. Karna ternyata kepuasaan itu ada dihati bukan pada keadaan.
Saat yang belum menikah bilang “Enak ya udah nikah, ada yang jagain”, jangan lupa juga bahwa istri punya tugas melayani gak cuma dijagain. Saat yang udah nikah bilang “Enak masih gadis, banyak waktu luang”. Nah kan!! Jadi keadaan seperti apa SEBENARNYA yang ideal untuk manusia? Ya syukur itu sendiri. Yang belum dan sudah menikah toh memang itu takdirnya, ya seperti itu peran yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Dan percaya dalam keadaan apapun kita, sungguh di situ ada tarbiyah dari Allaah. Jangan sampai karna mengharap-harap sesuatu sampai kufur nikmat.
Percaya deh! semua hal itu ada yang seperti harapan dan ada yang tidak, istilah dalam bahasa kita mah, “ada enak dan gak enaknya.”
Jadi saudariku tersayang… hayati peran yang sedang dijalani, cari pengaruh positif peran kita pd kehidupan orang lain dan jalani dengan seeeeeebaik2nya.
*Saat yang lain menikah dengan yang dicintainya, saya mencintai orang yang menikah dengan saya…*






November 7th, 2009 at 11:31 pm
bismillah…
subhanallah..
iya bener banget kak…
setiap kondisi kita saat ini itulah yg terbaik untuk kita disisi Allah..
jgn sampai kita kufur nikmat…
syukuri apa adanya…
optimalkan…
jangan bosan mengingatkan sy yah kak…
December 6th, 2009 at 10:45 am
sama2 ya umm faruq, saling mengingatkan