<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keluarga &#187; Keluarga &amp; Pernikahan</title>
	<atom:link href="http://keluarga.kangsandi.com/category/keluarga-dan-pernikahan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keluarga.kangsandi.com</link>
	<description>Kang Sandi &#38; Teh Dias</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Aug 2010 05:02:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Mengatur Jadwal Tidur Bayi</title>
		<link>http://keluarga.kangsandi.com/celoteh/mengatur-jadwal-tidur-bayi.html</link>
		<comments>http://keluarga.kangsandi.com/celoteh/mengatur-jadwal-tidur-bayi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 07:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teh Dias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga & Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluarga.kangsandi.com/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرحمن الرحيم Untuk para ibu baru yang terkaget-kaget dengan hadirnya si kecil, merasa kewalahan dengan jam tidur yang tidak menentu, atau berkali-kali bangun di malam hari, alhamdulillaah ternyata hal ini bisa diatasi. Dari artikel-artikel yang saya baca, tidak begitu jelas disebutkan kapan jadwal tidur bayi mulai bisa diatur. Intinya,  lebih cepat lebih baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: center;">بسم الله الرحمن الرحيم</h1>
<p style="text-align: justify;">Untuk para ibu baru yang terkaget-kaget dengan hadirnya si kecil, merasa kewalahan dengan jam tidur yang tidak menentu, atau berkali-kali bangun di malam hari, alhamdulillaah ternyata hal ini bisa diatasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari artikel-artikel yang saya baca, tidak begitu jelas disebutkan kapan jadwal tidur bayi mulai bisa diatur. Intinya,  lebih cepat lebih baik insya Allaah. Untuk ukuran saya yang baru akan mengatur jadwal tidur Wafa, mungkin terbilang agak sedikit terlambat dibandingkan ibu-ibu lainnya.<span id="more-651"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kunci awal dari proses ini adalah KEBIASAAN KELUARGA. Jika ingin anak tidur lebih awal, maka harus dimulai dari orangtuanya atau lingkungan rumah. Jangan berharap anak akan bisa tidur cepat jika aktivitas di rumah masih begitu ramai.  Jika dibuat per-<em>point</em> mungkin begini hasilnya :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>MENGATUR JADWAL TIDUR ANAK :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Usahakan menyamakan jadwal tidur anggota keluarga.</strong> Sehingga bayi merasa terbiasa dengan situasi dan kondisi di rumah. Bisa dibayangkan, ketika aktivitas di rumah sudah tenang, semua kembali ke kamar, otomatis  bayi (dengan instingnya) bisa merasakan bahwa ini adalah saatnya untuk tidur.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.  Mengajak bermain bayi sebelum tidur. </strong>Salah satu tujuan dari hal ini adalah untuk melepaskan sedikit energi yang ada di tubuh bayi,  tahapan ini membutuhkan tahapan selanjutnya yang bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan pada bayi seperti mandi air hangat atau dibacakan cerita sebelum tidur.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Mandi air hangat.</strong> Proses ini memberikan ketenangan pada bayi, selain itu merupakan waktu untuk melakukan aktivitas berdua dengan bayi. Pada sebagian bayi, mungkin proses ini tidak cocok untuk diterapkan, karena dia bisa menjadi bertambah antusias atau malah tidak menikmatinya. Melewati proses ini tidak menjadi masalah dalam mengatur jadwal tidur bayi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Melakukan kegiatan-kegiatan rutin sebelum tidur</strong>, seperti mengganti popok, memakai baju tidur, mengelap wajah dan tangan, menggosok gigi, dll. Hal ini membuatnya mengerti jika proses ini dilakukan maka proses selanjutnya adalah tidur.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Mengajak bayi berbicara/mengobrol.</strong> Proses ini benar-benar menginspirasi saya. Tadinya tidak pernah terpikir kalau bayi kecil bisa mengerti apa yang akan kita bicarakan. Tapi ternyata dengan insting atau perasaannya mungkin mereka bisa menangkap maksud dan perasaan kita. Mengajak ngobrol bayi bisa dalam bentuk me<em>review</em> kegiatannya hari ini. Hal-hal apa saja yang sudah dia lakukan, dsb.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Ucapkan selamat tinggal.</strong> Wah, kayaknya ini mah gak lazim di Indonesia, tapi mungkin patut dicoba. Mengucapkan selamat tinggal bukan saja hanya pada orang tapi juga pada barang-barang yang ada di rumah, seperti boneka kesayangannya, bulan, awan, dsb.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="../wp-content/uploads/2010/06/wafa1.jpg"><img class="aligncenter" title="wafa" src="../wp-content/uploads/2010/06/wafa1-225x300.jpg" alt="" width="189" height="252" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. Membacakan cerita sebelum tidur.</strong> Hal ini bisa dilakukan sedini mungkin. Pembacaan cerita bisa menambah kosakata mereka nantinya, insya Allaah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>8.</strong> Menyanyikan lagu atau memutar lagu. Kalau saya sih sangat menganjurkan untuk mengganti tahapan ini dengan <strong>membacakan hafalan atau memutar muratal.</strong> Menyanyikan lagu bisa diganti dengan membacakan hafalan sang ibu, anaknya jadi terbiasa mendengar ayat Al-Qur&#8217;an, ibunya pun bisa menambah hafalan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Cukup bagus untuk dicoba, mudah-mudahan berhasil.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kesimpulan dan terjemah bebas dari berbagai sumber, salah satunya www.babycenter.com</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">-Umm Wafa-</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fkeluarga.kangsandi.com%2Fceloteh%2Fmengatur-jadwal-tidur-bayi.html&amp;linkname=Mengatur%20Jadwal%20Tidur%20Bayi"><img src="http://keluarga.kangsandi.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluarga.kangsandi.com/celoteh/mengatur-jadwal-tidur-bayi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wafa dan Kami, maka bersabarlah keluargaku</title>
		<link>http://keluarga.kangsandi.com/celoteh/wafa-dan-kami-maka-bersabarlah-keluargaku.html</link>
		<comments>http://keluarga.kangsandi.com/celoteh/wafa-dan-kami-maka-bersabarlah-keluargaku.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 23:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teh Dias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga & Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluarga.kangsandi.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim Alhamdulillaah, walau tidak sempat terceritakan lebih terperinci tentang hadirnya bayi mungil di tengah-tengah kehidupan kami pada akhirnya tersebutkan pula hari ini. Wafa, begitu namanya. Seorang bayi perempuan yang alhamdulillaah menjadi penyejuk pandangan dan hati kami. Terheran-heran dengan sifatnya yang sangat menyenangkan. Tidak rewel, tidak mudah menangis, anteng. Yah, terlalu panjang jika diceritakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="wafa arlia" src="http://i762.photobucket.com/albums/xx267/ummu_wafa/wafa.jpg" alt="wafa arlia" width="126" height="130" />Bismillaah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim</p>
<p>Alhamdulillaah, walau tidak sempat terceritakan lebih terperinci tentang hadirnya bayi mungil di tengah-tengah kehidupan kami pada akhirnya tersebutkan pula hari ini.</p>
<p>Wafa, begitu namanya. Seorang bayi perempuan yang alhamdulillaah menjadi penyejuk pandangan dan hati kami.</p>
<p>Terheran-heran dengan sifatnya yang sangat menyenangkan. Tidak rewel, tidak mudah menangis, anteng. Yah, terlalu panjang jika diceritakan bagaimana ia sehari-hari.</p>
<p>Seiring perjalanan waktu bersamanya, banyak hal yang kami pelajari. Saya sebagai ibunya semakin menyadari bahwa kehidupan rumah tangga tidak bisa tidak direncanakan dengan baik. Saya dan suami adalah pribadi-pribadi &#8220;warisan&#8221; dari orang tua kami. Maksud saya disini adalah bahwa kebiasaan kita adalah apa yang ada di keluarga kita atau dibiarkan ada di diri kita oleh orang tua kita (tentunya disini tidak menafikkan takdir Allaah).<span id="more-585"></span></p>
<p>Sebagai contoh :</p>
<p>-BANGUN PAGI-</p>
<p>Jika sepasang suami istri terbiasa bangun pagi-pagi sekali, insya Allaah anak-anak mereka juga akan seperti itu karena melihat contoh dari orangtuanya (contoh kebiasaan yg dibangun pada sebuah keluarga) atau walaupun sepasang suami isteri terbiasa bangun pagi-pagi sekali tapi mereka membiarkan anak-anak mereka bangun lebih siang, maka anak-anak tersebut akan mempunyai kebiasaan yang berbeda dengan orangtuanya (contoh kebiasaaan yang dibiarkan ada oleh orang tua).</p>
<p>Wafa, salah satu inspirasi saya untuk berpikir bahwa kehidupan tidak boleh dibiarkan mengalir begitu saja tanpa alur. Dan saya tidak boleh &#8220;mewariskan&#8221; kebiasaan jelek padanya yang kemudian akan dia wariskan kembali pada anak cucunya. Kehidupan keluarga bukanlah suatu yang main-main, karena (ternyata benar) ini adalah bagian dari tahap membangun suatu generasi.</p>
<p>Di tengah pemikiran-pemikiran yang terus berkecamuk, saya pun menyadari bahwa kami sebagai orang tua mungkin masih sangat jauh dari sempurna. Masih ada atau bahkan banyak kebiasaan buruk yang perlu diperbaiki.</p>
<p>Tidak perlu terlalu tertekan, karena memang membangun kembali sebuah kebiasaan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Jangan tertekan dengan perfeksionisme.</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Walau dari sumber yang saya lupa siapa dan tidak tahu apakah akurat atau tidak, saya teringat bahwa membangun kebiasaan katanya butuh dilakukan terus menerus selama 3 bulan.</p>
<p>Dan teringat pula bahwa agama kami mengajarkan untuk melakukan sesuatu secara terus menerus walaupun dimulai oleh hal-hal yang kecil. Istiqomah, begitu kami biasa menyebutnya.</p>
<p>“<em>Sesungguhnya amal yang paling disukai oleh Allah SWT adalah yang  paling dawam (berkesinambungan/istiqomah) sekalipun sedikit (HR.  Muslim).</em></p>
<p>Kini hal-hal baru telah kami sepakati bersama dengan tujuan untuk membangun kebiasaan yang lebih baik. Maka tinggal butuh ikhtiar dan doa untuk menjalankannya. Dan bersabarlah keluargaku, berpikirlah untuk setidaknya bertahan selama 3 bulan untuk terus melakukan ini, walau tidak sempurna atau terlewat atau bahkan terlupa, teruslah bertahan selama 3 bulan, karena jika berhenti maka kita harus mengulangnya lagi dari awal. Jika sudah terlewat 3 bulan insya Allaah akan lebih mudah untuk dijalani, tapi tetaplah bertahan jangan lengah terhadap tipu daya syaitan yang mengambil kebiasaan-kebiasaan baik kita secara bertahap dan sedikit demi sedikit. Jangan tinggalkan kebiasaan baik, karena jika sedikit saja diremehkan maka akan hilang dan harus dibangun kembali dari awal.</p>
<p>Dan bersabarlah keluargaku, innallaaha ma3as shaabiriin.. Untuk dua kehidupan yang lebih baik. Insya Allaah..</p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fkeluarga.kangsandi.com%2Fceloteh%2Fwafa-dan-kami-maka-bersabarlah-keluargaku.html&amp;linkname=Wafa%20dan%20Kami%2C%20maka%20bersabarlah%20keluargaku"><img src="http://keluarga.kangsandi.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluarga.kangsandi.com/celoteh/wafa-dan-kami-maka-bersabarlah-keluargaku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Janin 5 bulan</title>
		<link>http://keluarga.kangsandi.com/kumpulan-artikel/janin-5-bulan.html</link>
		<comments>http://keluarga.kangsandi.com/kumpulan-artikel/janin-5-bulan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 11:32:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teh Dias</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluarga.kangsandi.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[apa yang terjadi pada janin ? Pada bulan ini hampir seluruh jaringan syaraf di dalam otak telah selesai terbentuk dan mulai matang, sehingga dia mulai mampu “menjelajah” dan mengenal lingkungan sekitarnya. Seluruh sistem di dalam tubuh janin sudah mulai menjalankan tugasnya. Janin mulai merasakan berbagai sensasi. Dia mencoba berkali-kali memegang wajahnya sampai memasukkan ibu jarinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>apa yang terjadi pada janin ?</strong></h3>
<table style="height: 1px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="6" align="right">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Pada bulan ini hampir seluruh jaringan syaraf di                dalam otak telah selesai terbentuk dan mulai matang, sehingga dia                mulai mampu “menjelajah” dan mengenal lingkungan sekitarnya. Seluruh                sistem di dalam tubuh janin sudah mulai menjalankan tugasnya. Janin                mulai merasakan berbagai sensasi. Dia mencoba berkali-kali memegang                wajahnya sampai memasukkan ibu jarinya ke mulutnya.</p>
<p>Panjang tubuh janin saat ini adalah sekitar 20-25                cm dengan berat sekitar 0,5 kg atau lebih. Pada saat ini janin mulai                ditumbuhi rambut, yaitu rambut-rambut halus disekujur tubuh yang                bersama-sama lapisan lemak akan melindungi janin terhadap gesekan                atau goresan saat janin akan dilahirkan. Selain itu tumbuh juga                alis mata, dan rambut halus di kulit kepala yang merupakan rambut                pertama janin. Rambut ini sifatnya sementara yang akan rontok selama                kurang lebih 2 minggu setelah lahir. Rambut sementara bayi ini umumnya                belum mengandung pigmen, sehingga warnanya terlihat transparan.<span id="more-522"></span></p>
<p>Jadwal kegiatan janinpun sudah relatif lebih teratur.                Umumnya waktu pagi hingga menjelang sore adalah waktu janin untuk                beristirahat, sehingga relatif sedikit gerakan yang dilakukannya.                Tetapi pada malam hari janin sibuk beraktivitas sehingga kadang-kadang                dapat mengusik tidur ibunya. Jadwal kegiatan janin yang teratur                itu menandakan bahwa janin sudah semakin “matang”.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h3><strong><a name="a2"></a>Apa yang terjadi pada ibu ?</strong></h3>
<p>Ibu sudah dapat merasakan gerakan-gerakan janin                dalam perutnya, walaupun gerakan-gerakan itu belum dapat dilihat                dari luar. Perut ibu sudah semakin membesar dan kebutuhan akan baju                hamil menjadi mutlak. Pilihlah baju yang longgar di daerah perut                dan dada sehingga mengurangi rasa sesak. Selain itu pilih pula dari                bahan yang lembut dan mudah menyerap keringat. Ibu hamil cenderung                lebih berkeringat. Hal ini dikarenakan tubuhnya lebih banyak menyimpan                lemak dan air dari biasanya. Rasa gatal pada permukaan perut sering                timbul. Hal ini disebabkan oleh kulit yang harus mengembang dengan                cepat. Tak jarang, laju pengembangan kulit ini lebih besar dari                kelenturan kulit sehingga setelah melahirkan dapat timbul pecah                kulit putih/hitam memanjang vertikal. Untuk mengatasinya, kulit                perut sering diolesi oleh baby oil atau cream dan bila gatal jangan                digaruk.</p>
<p>Pada usia kehamilan 5,5 bulan, jenis kelamin janin                sudah dapat dideteksi dengan bantuan USG. Jangan lupa untuk makan                makanan bergizi dan tetap berolah raga ringan untuk menjaga kebugaran                tubuh. Jalan kaki dan berenang gaya katak adalah salah satu yang                disarankan.</p>
<h3><strong>Daftar pustaka</strong></h3>
<ul>
<li> 9 Bulan yang Menakjubkan, Seri Ayah Bunda, Penerbit Gaya Favorit                  Press, 2001</li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fkeluarga.kangsandi.com%2Fkumpulan-artikel%2Fjanin-5-bulan.html&amp;linkname=Janin%205%20bulan"><img src="http://keluarga.kangsandi.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluarga.kangsandi.com/kumpulan-artikel/janin-5-bulan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
